Perpustakaan BPSDM Hukum

Kementerian Hukum Republik Indonesia

  • Beranda
  • Layanan
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Peraturan
    Peraturan Perundang-Undangan
    • Undang-Undang
    Administrasi Hukum Umum
    • Badan Hukum
    • Perseroan Terbatas
    • Fidusia
    • Notaris
    • Yayasan
    • Badan Usaha
    • Wasiat
    • PPNS
    • Pewarganegaraan
    • Kewarganegaraan
    • Partai Politik
    • Koperasi
    • Pemilik Manfaat Korporasi
    • Balai Harta Peninggalan
    • Kurator
    • Grasi
    Kekayaan Intelektual
    • Kekayaan Intelektual
    • Merek
    • Hak Paten
    • Hak Cipta
    • Indikasi Geografis
    • Rahasia Dagang
    • Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
    • Kekayaan Intelektual Komunal
    Jabatan Fungsional
    • Analis Hukum
    • Penyuluh Hukum
    • Desain Industri
    • Perancang Peraturan Perundang-Undangan
    • Analis Kekayaan Intelektual
    • Pemeriksa Desain Industri
    • Pemeriksa Merek
    • Pemeriksa Paten
    • Penyidik Pegawai Negeri Sipil
    • Kurator Keperdataan
  • Koleksi Digital
    Koleksi Digital Koleksi Khusus Koleksi Anak
  • Area Anggota
    Masuk Daftar Online Daftar Pengunjung Ulas Kami Di Google
  • Survey Pemustaka
    Survey Kepuasan Pemustaka Survey Kebutuhan Pemustaka

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia Ke-16 Tanjung Pinang


 Dalam rangka mendukung peningkatan dan pengembangan perpustakaan digital diseluruh Indonesia serta memenuhi kebutuhan sumber literasi digital bagi masyarakat, Forum Perpustakaan Digital Indonesia bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menyelenggarakan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke-16 pada tanggal 19 – 22 Agustus 2025 di Trans Convention Center, Aston Tanjung Pinang dengan tema “Transformasi Digital: Peluang, Tantangan, dan Kesiapan Perpustakaan di Era Kecerdasan Buatan”. 

Berdasarkan Surat Perintah Sekretaris BPSDM Hukum Nomor SDM.1-UM.03.07-479, Pustakawan BPSDM Hukum menghadiri kegiatan dimaksud dengan tujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan wawasan serta kompetensi Pustakawan BPSDM Hukum dalam menghadapi transformasi digital: peluang, tantangan, dan kesiapan perpustakaan di era kecerdasan buatan sehingga dapat menjawab tantangan perpustakaan dalam mendukung tugas dan fungsi BPSDM Hukum.

Adapun hal yang dipelajari dari kegiatan ini adalah :

  1. Kecerdasan buatan (Artificial Inteligence/ AI) adalah spesialisasi dalam ilmu komputer yang berfokus pada penciptaan sistem yang dapat mereplikasi kecerdasan dan kemampuan pemecahan masalah manusia. Sistem ini melakukannya dengan menyerap beragam data, memprosesnya, dan belajar dari masa lalu untuk menyederhanakan dan meningkatkannya di masa mendatang. Program komputer normal membutuhkan campur tangan manusia untuk memperbaiki bug (kesalahan atau cacat perangkat lunak) dan meningkatkan proses.
  2. Ide tentang Kecerdasan buatan (Artificial intelligence) sesungguhnya ditemukan oleh Alan Turing pada tahun 1950 dengan menerbitkan "Computer Machinery and Intelligence" yang mengusulkan sebuah tes kecerdasan mesin yang disebut "The Imitation Game". Pada tahun 1952, Seorang ilmuwan komputer bernama Arthur Samuel mengembangkan program untuk bermain catur, yang merupakan program pertama yang mempelajari permainan tersebut secara mandiri. Dan pada tahun 1955: John McCarthy mengadakan lokakarya di Dartmouth tentang "kecerdasan buatan", yang merupakan penggunaan pertama kata tersebut, dan bagaimana istilah tersebut menjadi populer.
  3. Kepala Perpustakaan Nasional Bapak Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa hakikat perpustakaan digital (Digital Lybrary) bukan soal bahan atau buku digital. Maksudnya adalah segala informasi harus tersedia secara digital, dan  harus siap memberikan pelayanan perpustakaan secara digital serta diperlukannya pola pikir baru dalam pelayanan digital (pelayanan tidak lagi secara manual).
  4. Kepala Perpustakaan Nasional juga menyampaikan, ada tiga peluang dalam perpustakaan digital yakni : 
  1. Ketersediaan teknologi baru termasuk Kecerdasan Buatan (AI) yang sifatnya generatis maupun agentif. Agentif untuk membantu membuat analisis/kajian berdasarkan ilmunya bahkan membuat keputusan. Kecerdasan buatan sangat potensial untuk membantu manusia dalam pengolahan data-data. Dari sini akan muncul isu baru yakni etika dalam menggunakan kecerdasan buatan yang berkaitan dengan hak-hak Kekayaan Intelektual.
  2. Akses lebih besar yang unik dimiliki perpustakaan digital. 
  3. Adanya generasi muda (Gen Z) yang melek/sadar teknologi sehingga adanya tuntutan bagi perpustakaan digital untuk menyediakan informasi yang cepat sesuai kebutuhan Gen Z.
    1. Kepala Perpustakaan Nasional juga menyampaikan, ada tiga tantangan dalam perpustakaan digital yakni : 
  4. Mahalnya bahan-bahan pustaka lama untuk digitalisasi.
  5. Tingkat literasi digital para pengelola perpustakaan dalam memiliki kemampuan yang sama atau melek teknologi.
  6. Perlunya repository akses Indonesia Satu untuk penyediaan jurnal.
    1. Bapak Dr. Ghazali Mohamed Fadzil (Ketua Persatuan Pustakawan Malaysia) menyatakan 7 (tujuh) manfaat utama kecerdasan buatan untuk perpustakaan adalah:
    2.  Peningkatan katalogisasi yakni penandaan dan klasifikasi otomatis
  7. Pengelolaan metadata yakni peningkatan pencarian data dengan pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing/NLP)
  8. Pengalaman pengguna yang dipersonalisasi yakni rekomendasi buku dan sumber daya berbasis AI serta Chatbot membantu dalam pencarian dan pertanyaan

  1. Peningkatan analisis data yakni analitik prediktif untuk memahami kebutuhan pengguna 
  2. Pengambilan peputusan yakni analisis pola penggunaan untuk mengoptimalkan layanan 
  3. Efisiensi operasional yakni otomatisasi tugas berulang seperti inventaris & check-in
  4. Inovasi
    1. Bapak Chris Khoo (Wee Kim Wee School Of Communication & Information Nanyang Technological University) menyampaikan misi baru kecerdasan buatan bagi perpustakaan & pustakawan tidak hanya untuk menyediakan akses informasi dan  memenuhi kebutuhan informasi namun juga untuk mendukung pengguna dalam menghubungkan data, ide, orang, perangkat serta mengintegrasikan informasi, mensintesis narasi serta belajar, menciptakan pengetahuan baru, dan memanfaatkan informasi.Hal ini disebut dengan Knowledge Graph (Grafik Pengetahuan).
  1. Kunjungan perpustakaan nasional Singapura yakni National Library Building (NLB) sebagai berikut:
  1. NLB terdiri dari 3 jenis perpustakaan antara lain Lee Kong Chian Reference Library, Central Library dan Central Arts Library.
  2. NLB didesain dengan konsep yang modern dan terbuka dengan pemandangan kota Singapura yang terdiri dari 14 lantai dan disetiap gedung ruang baca disediakan loker modern untuk menyimpan barang pengunjung yang tidak dapat dibawa masuk ke dalam perpustakaan, bahkan loker dapat menyimpan koper.
  3. Pencahayaan NLB sangat baik karena memanfaatkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan baca perpustakaan.
  4. Pengunjung perpustakaan banyak dari kaum muda yang memanfaatkan perpustakaan untuk mencari literasi dalam tugas belajar.
  5. Seluruh ruang baca perpustakaan dialasi dengan karpet sehingga langkah kaki
  6.  pengunjung tidak terdengar.
  7. NLB juga sudah memiliki sistem digital library yang canggih.
  8. Budaya warga negara Singapura adalah tertib, disiplin dan teratur. Hal ini menjadi contoh yang patut diteladani bagi kita Warga Negara Indonesia.
  9. NLB tak kenal lelah berupaya memupuk minat membaca dan memberikan pengetahuan kepada seluruh warga Singapura. Sejak dibentuk pada tahun 1995 sebagai badan hukum untuk mentransformasi perpustakaan umum Singapura, mengelola Arsip Nasional pada tahun 2012, hingga mengembangkan jaringan perpustakaan regional dan komunitas baru di bawah Rencana Induk Perpustakaan 2000, NLB selalu mengikuti perkembangan negara.
  10. NLB melangkah lebih jauh dengan mengembangkan jaringan layanan perpustakaan dan arsip omni-channel seiring dengan restrukturisasi ekonomi Singapura. NLB ingin mendukung warga Singapura dari semua lapisan masyarakat seiring negara ini mengarungi lanskap sosial, budaya, dan ekonomi yang terus berkembang pesat.
  11. Empat peran kunci untuk membantu warga negara mereka adalah layani: membangun Learning Marketplace, membina Informed Citizenry, menginspirasi Singapore Storytellers, dan menjadi Equaliser (Penyetara). Masa lalu  adalah gudang kenangan dan kisah yang telah membentuk pengalaman bersama sebagai warga Singapura. Melalui Singapore Storytellers, NLB berharap dapat menumbuhkan apresiasi dan pemahaman yang lebih kuat tentang pengalaman Singapura. Tujuan ini akan dicapai melalui cara-cara berikut :
  • Mengumpulkan konten tentang Singapura sebagai kolektor;
  • Memimpin pelestarian digital konten sebagai penjaga;
  • Memungkinkan penemuan dan penggunaan konten sebagai penghubung, dan;
  • Menginspirasi generasi-generasi pendongeng.
  • NLB membayangkan peran ini sebagai kemitraan bersama dengan warga Singapura, karena NLB membangkitkan rasa ingin tahu dan keajaiban, serta membantu membentuk pemahaman tentang warisan dan identitas Singapura dalam prosesnya.

Menindaklanjuti kegiatan tersebut, Tim perpustakaan telah menyiapkan konsep halaman website perpustakaan BPSDM Hukum berbasis AI dengan menggunakan aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS). SLiMS adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen perpustakaan yang gratis dan bersifat open source. Dikembangkan oleh komunitas di Indonesia dengan dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). SLiMS dirancang untuk mengotomatiskan berbagai tugas pengelolaan perpustakaan, mulai dari katalogisasi, sirkulasi, hingga pelaporan, dan telah digunakan secara luas di perpustakaan lokal maupun internasional. 

Konsep halaman website perpustakaan BPSDM Hukum berbasis AI dengan menggunakan aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS) telah dipresentasikan kepada Bapak Sekretaris BPSDM Hukum dan diapresiasi serta didukung untuk dinaikkan ke halaman website BPSDM Hukum. Untuk melengkapi kebutuhan kecerdasan buatan (AI) maka diperlukan tambahan fitur aplikasi AI pada halaman website dimaksud. 

Perpustakaan BPSDM Hukum
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • E-Resources
  • Indonesia One Search

Tentang Kami

Perpustakaan BPSDM Hukum hadir untuk menyediakan literatur dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia dibidang hukum. Perpustakaan BPSDM Hukum memiliki koleksi buku cetak 19.977, koleksi digital 660, dan Peraturan Perundang-undangan. Kami berharap dengan kehadiran Perpustakaan BPSDM Hukum dapat mewujudkan pembangunan sumber daya manusia dibidang hukum yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Jumlah Pengunjung

Hari ini: 0 | Bulan ini : 0 | Tahun : 167

Total kunjungan : >882


Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Modified by DS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Peraturan Perundang-undangan
  • Administrasi Hukum Umum
  • Kekayaan Intelektual
  • Anti Korupsi
  • Anak
  • Bidang Kepemimpinan dan manajemen
  • Jabatan Fungsional
  • Kesusastraan Kesenian dan Olah Raga
  • Kesehatan
  • Lain - Lain
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?