Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
Text
Tidakkah kamu berpikir
Buku ini mengajak pembaca untuk menghidupkan akal sebagai instrumen utama memahami Islam, merespons seruan Al-Qur’an “Tidakkah kamu berpikir?” sebagai etos beragama yang kritis dan bertanggung jawab. Penulis menyoroti bahaya beragama secara pasif—sekadar mengikuti tradisi tanpa penalaran—karena mudah terseret pada kekeliruan, fanatisme, atau manipulasi. Dengan menempatkan akal sebagai karunia Ilahi, buku membahas bagaimana nalar yang jernih menuntun pada pembedaan antara yang hak dan batil, memperkuat keimanan, dan memperbaiki praktik keagamaan. Disajikan refleksi, argumentasi, dan kritik konstruktif terhadap kebiasaan berpikir yang tidak produktif, sambil mendorong pembaca membangun budaya dialog, verifikasi, dan tanggung jawab moral dalam kehidupan beragama.
Tidak tersedia versi lain